by seseorang
Sayang…, saat hatiku terbagi dengan sembilu dan aku butuhkan sandaran qalbu, kamu memberikan berbagai tanda-tanda perelakan yang amat dalam. Ketika itu terlihat matamu tak lagi mampu mengayomi dan melindungiku. Kamu tahu bahwa aku lemah dengan cinta yang terabaikan. Pernahkah kamu berpikir sekali untuk tidak menyakiti hatiku ataukah kamu berpikir tidak untuk membuatnya luka. Mungkin waktu bukan menjadikanmu sebagai alasan bahwa dirimu selalu benar dan akulah yang salah. Derai tangis menyapu gundah yang berkalut dalam jiwa kosong. Hanyalah dusta ketika mimpi kupertanyakan, hanya sesaat bukan selamanya. Lembaran kasih penuh warna berdialog dengan airmata yang mendera saat kuluka.
Kamu bukanlah dewi yang kurindukan, kamu juga bukan pelangi yang kuimpikan. Jujur dalam hati ini aku begitu sangat mencintaimu. Bukan karena bosan dengan kesendirian atau muak dengan perangai cinta lama. Aku hanyalah ingin memberikan yang terbaik dalam hati ini, berbagi dan menjalani tapakan langkah bersamamu…
(Heemmm, ney puisi dari seseorang. Ku nggak tahu sapa dia. Coz, ku nggak sengaja nemuin ney puisi di satu harddisk komputer lab waktu aku ada kelas kuliah. Tapi asli ney puisi keren banget. Asli miris banget… Ku pengen puisi ney kupersembahkan buat seseorang…)
April 1, 2008 pada 7:24 am
emo…kill…me…
Dit…gue balas kunjungan elo ye…jangan lupa untuk mampir lagi dit.
April 2, 2008 pada 4:39 am
haDuuwww nI cowo pUitis abIIiizzz cii???buzet dah katanya NAncEp bgEdd di haTIii tiaP ceewe Dah…tapi layout Naa item Muaa??jaDii syeremm..hiiii….kiddiNg prendss
April 3, 2008 pada 3:52 am
sudah saya link…liat aja di blog saya.
April 3, 2008 pada 12:10 pm
Terima kasih atas kunjungannya. Saya juga baru kok. Wuaaah, ternyata kamu sastrawan hebat.
April 10, 2008 pada 5:52 am
Dalem banget kayanya serius untuk menjalin hubungan tuh