selembar kertas itu adalah surat cinta

[chapter 1]
Dear “…”,

Pertama aku melihatmu. Pertama aku berkenalan denganmu. Telah lama aku memperhatikanmu. Telah lama aku mengagumimu. Dan tanya itu terus saja menggangguku. Aku ingin tahu. Dan ingin mencari jawab dari tanya itu. Kamu yang telah masuk dalam hatiku. Mengusik alam pikirku. Kamu yang telah masuk ke kehidupanku. Kamu membuat hidupku merasa beda. Kamu membuat hidupku merasa aneh. Aneh!? Ya, aneh!? Setelah aku bertemu denganmu, setelah aku melihatmu, dan semakin lama aku mengenalmu. Aku selalu memikirkanmu. Setiap harinya, aku merindukanmu. Setiap malamnya, aku memimpikanmu. Oh… aku jatuh cinta denganmu. Bahkan dinding-dinding di dalam kamarku tahu dan tertawa mengejekku. Lampu pijar dan angin di malam hari juga begitu. Tapi aku tak peduli. “…”, aku cinta kamu. Dan sungguh, aku berharap kamulah jawaban dari tanya itu. Wanita yang selama ini aku menanti, selama ini aku cari. Mungkin aku baru saja mengenalmu kemarin, mungkin kamu juga belum terlalu mengenalku. Tapi perasaan ini sungguh menyiksaku. Aku ingin kamu menjadi gadisku, kekasihku, wanitaku. Aku cinta kamu. Tanyaku, maukah kamu jadi wanitaku?

(Yahhhh, cukup lah muat dalam satu lembar kertas binder,… Haiiiahhh, paan sey)

-hehehe, salam haiiiiahhhh….

[chapter 2]
Sungguh, terlalu berat untukku mengungkapkannya langsung. Aku terlalu pengecut. Aku bukanlah seorang yang berani. Tapi, kuharap kalimat di dalam surat itu tidak membuatmu marah. Kuharap ini tidak merubah sikapmu dan sikapku setelah kamu membacanya. Terserah apa yang akan dilakukan dinding-dinding kamarku jika mereka tahu. Terserah apa yang akan angin katakan kepada malam. Terserah apakah lampu pijar dalam kamarku akan tetap menerangi ruang dalam kamarku. Yang aku tahu, aku menuliskan kata demi kata, kalimat demi kalimat. Dan aku menuliskannya di atas selembar kertas. Dan mereka pasti akan tahu. Bahwa yang aku tulis di atas selembar kertas itu adalah surat cinta.

(Hemmm, yang chapter 1 tuh isi suratnya. Trus klo yang chapter 2 ntuh isi hati yang nulis surat itu…. Duh, ngomong apa sey!!? Nggak jelas!he…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: