emo is killing me

9-emokuh.jpg

Aku udah kehabisan kata-kata. Semangatku hilang, rasaku terluka perih. Aku ingin pergi, pergi yang jauh. Aku ingin berlari, berlari dan nggak peduli. Aku udah nggak sanggup, aku udah nggak mampu. Ingin aku berdiri menatap hari, tapi kakiku ini gemetar. Nggak ada lagi tiang kecil di sampingku untukku berpegangan. Aku melihat sekitar, dan kudapati hamparan kosong yang membentang. Aku mulai menyusuri jalan. Dengan langkahku yang malas dan terseok-seok. Nggak ada satu pun tumbuh tanaman, nggak ada satu pun mata air, nggak ada satu pun rumah penghuni. Yang ada hanya bebatuan kecil dan besar yang saling bertumpuk. Tanah kering yang keras dan mulai retak.

Di sini, aku sendiri. Aku muak, aku ingin marah. Kedua tanganku mulai mengepal. Dahiku pun mengerut. Nafasku terengah-engah. Dan aku mencoba menghirup udara dalam-dalam. Berharap agar aku dapat berpikir tenang dan bertahan. Kemudian mulai menyusun hancurku.

Uughh,… kenapa dengan diriku ini!!!

Aku ingin teriak, tapi aku bisu. Aku ingin muntah, tapi percuma. Aku ingin ngomel, tapi kepada siapa?!

Aku seperti menemukan diriku yang nggak berarti. Aku menemukan diriku yang sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri. Aku egois, aku pendosa. Kenapa nggak kau bunuh saja aku! Kenapa nggak kau keluarkan saja hatiku ini. Kau injak-injak saja sekalian, lalu kau buang di sembarang. Biar aku hilang rasa, biar aku hilang santun.

Terimakasih cinta, yang telah membuatku sakit…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: