keluhanku kepada malam

Kenapa malam…? Aku selalu sendiri. Dalam ruang sepi dan berteman dinding yang diam bisu kini. Tanpa teman kekasih. Aku menatap iri kepada sepasang sedjoli. Ughh…! aku benci. Rasaku terluka perih. Sakit menyayat menggores hati.

Aku seperti tak berarti. Mulutku mencaci diriku sendiri.

Kanapa malam…? Aku selalu sendiri. Kemana aku harus mencari potongan hatiku yang hilang.

Kenapa malam…? Aku selalu sendiri. Muak hatiku belum juga pergi. Aku benci. Aku patah hati lagi. Jiwa hatiku mati. Tersiksa sepi….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: